Home » Bisnis » Nah Inilah Beberapa Negara Yang Menjadi Tunjuan Ekspor Ikan

Catatan minor Pemerintah Indonesia di dalam mobilisasi roda perekonomian di sektor perikanan dan kelautan terlihat dari kinerja ekspor perikanan yang ditunaikan sepanjang 2017. Sepanjang tahun tersebut, target ekspor sebesar USD7 miliar yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), gagal tercapai.

Hal itu dikatakan Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Moh Abdi Suhufan menjelang perubahan tahun 2017 ke 2018 lalu. Menurut dia, kegagalan raih target ekspor, menjadi penanda tersedia kekeliruan di dalam kinerja perikanan yang ditunaikan KKP sebagai instrumen Pemerintah Indonesia.

“Itu menjadi penanda kegagalan dari kepemimpinan KKP sekarang. Penyebabnya, dikarenakan terhadap waktu bersamaan, stok ikan di laut Indonesia tengah mengalami peningkatan vital sehabis pemberantasan praktik illegal, unreported, plus unregulated fishing (IUUF) berhasil ditunaikan dari 2014,” ucapnya.

Menurut dia, terhadap periode tersebut, memang terjadi penurunan volume ekspor tahunan sampai raih 3,23 persen. Namun, penurunan berikut diakuinya tidak akan mempengaruhi nilai ekspor yang telah ada. Dengan demikian, meskipun tren tahunan volume ekspor turun, sebaliknya tren tahunan nilai ekspor justru mengalami kenaikan sampai 2,45 persen.

Nilanto menyebut, tersedia sejumlah segi yang mengakibatkan terjadinya perbedaan tren tahunan tersebut. Beberapa segi di antaranya adalah, meningkatnya harga ekspor, produk mempunyai nilai tambah, dan produk yang turun volume ekspornya adalah produk bersama harga rendah layaknya produk bersama HS 030369, 030389.

“Kode produk berikut adalah ikan laut lainnya beku yang mempunyai harga rata rata kira-kira USD0,5 per kg, itu rate terhadap tahun 2014,” ungkap dia.

Nilanto menambahkan, dibandingkan bersama beberapa negara pesaing layaknya

1. Tiongkok

2. Thailand

3. Vietnam

5. Filipina

tren perkembangan nilai ekspor dan neraca perdagangan Indonesia meningkat lebih tinggi sepanjang periode 2012-2016. Untuk perkembangan nilai ekspor, Indonesia mengalami kenaikan 2,31 prosen per tahun di dalam periode 2012-2016, dan perkembangan neraca perdagangannya naik 2,67 prosen per tahun. Anda juga bisa dengan mudah mendapatkan ikan yang bagus lhoo, segeralah kunjungi Produsen Ikan Laut

Dipaparkan Nilanto, perkembangan nilai ekspor Tiongkok naik 2,29 prosen per tahun dan neraca perdagangan tumbuh naik cuma 0,60 prosen per tahun. Begitu pula bersama Vietnam yang mengalami kenaikan nilai ekspor meski cuma 1,45 prosen per tahun. Sementara, untuk neraca perdagangannya, Vietnam mengalami penurunan sampai 15,14 prosen per tahun.

“Begitupun bersama Filipina, nilai ekspornya tumbuh naik cuma 0,32 prosen dan neraca perdagangannya turun 6,75 prosen per tahun,” tahu dia.

Capaian Ekspor 2017

Berkaitan bersama kinerja ekspor produk perikanan sepanjang 2017, Nilanto mengatakan, sampai November 2017 nilainya telah raih USD4,09 miliar bersama volume ekspor raih 979.910 ton. Dari sisi nilai, 2017 mengalami kenaikan sampai 8,12 prosen dibandingkan bersama periode yang serupa terhadap Januari-November 2016.

Untuk penurunan volume ekspor terhadap produk tertentu, Nilanto menyebut, itu dapat terjadi dikarenakan produk berikut mempunyai harga yang rendah. Tetapi, dia menambahkan, terhadap produk bersama harga tinggi, terhadap 2017 juga mengalami penurunan volume produksi. Produk-produk berikut adalah udang, rajungan dan kepiting, cumi, sotong, dan gurita dan juga rumput laut.

Untuk kinerja impor produk perikanan, terhadap periode Januari sampai November 2017 raih USD433.380 ribu bersama volume raih 346.350 ton. Tren tersebut, menurut Nilanto, menunjukkan takaran kenaikan sampai 14,43 prosen dibandingkan periode yang serupa terhadap 2016.

Suasana pengolahan ikan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Muara Baru, Jakarta Utara terhadap November 2016.

Sementara, berdasarkan negara target ekspor, tren nilai ekspor periode Januari – November 2016 – 2017 mengalami kenaikan ekspor ke Amerika Serikat naik 12,82 persen, Jepang naik 8,31 persen, ASEAN naik 3,42 persen, Tiongkok naik 11,28 persen, dan Uni Eropa naik 9,38 persen.

Selain capaian ekspor dan impor, terhadap 2017 Direktorat Jenderal PDSPKP menerbitkan Izin Pemasukan Hasil Perikanan (IPHP) sebanyak 677 izin untuk 237 importir. Izin yang diterbitkan itu, peruntukan impor terbesar adalah untuk bahan baku pengalengan bersama realisasi impor sebesar 33.248 ton atau 58 prosen realisasi terhadap IPHP terbit.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang memberi tambahan keterangan kepada tempat di Jakarta, Kamis (11/01/2018), mengakui terkecuali ekspor Indonesia waktu ini mengalami penurunan. Tetapi, dia menambahkan, terkecuali dibandingkan bersama negara lain yang menjadi pesaing, kinerja ekspor Indonesia menunjukkan lebih baik.

“Jadi, ekspor meskipun turun, tetapi dibandingkan bersama negara lain itu juga lebih baik,” tegas dia.

Sementara, Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi mengklaim, terdapatnya kenaikan nilai ekspor berdampak positif terhadap peningkatan pajak dari sektor perikanan. Kata dia, penghasilan bersih pajak dari sektor perikanan meningkat dari Rp734 miliar terhadap 2014 menjadi Rp1,082 triliun terhadap 2017 atau mengalami peningkatan sampai 47,41 persen. Anda juga bisa memesan ikan pada kami lhoo Supplier Ikan Ekspor

Proyeksi 2018

Kegagalan raih target ekspor perikanan terhadap 2017, mengakibatkan KKP berpikir ulang untuk menetapkan target ekspor perikanan terhadap 2018. Jika pada mulanya KKP sempat menetapkan target 2018 sebesar USD8,53 miliar, tetapi sehabis target 2017 gagal tercapai, target 2018 diturunkan menjadi USD5,4 miliar.

“Target nilai ekspor tidak barangkali tercapai dari target yang ditetapkan tahun 2017. Tampaknya kita benar-benar optimis di dalam dua tahun terakhir. Karenanya kita turunkan target ekspor perikanan untuk tahun depan,” tahu dia.
Pembersihan ikan tuna di PT Harta Samudera Pulau Buru, Maluku, terhadap akhir Agustus 2017. Perikanan di daerah berikut mempraktekkan komitmen fair trade dan perikanan konsisten bagi nelayan setempat.

Untuk diketahui, badan pangan dunia PBB (FAO) pada mulanya juga telah memprediksi negara-negara yang akan menguasai pasar ekspor dunia terhadap 2024. Tetapi, dari nama-nama yang disebut FAO, tidak terkandung nama Indonesia di dalamnya. Hanya tersedia nama Tiongkok, Vietnam, Norwegia, Amerika Serikat, Thailand, dan Uni Eropa yang diprediksi menguasai pasar ekspor 2024.