Home » Berkebun » Mari Menanam Strawberry Hidroponik!

Mari Menanam Strawberry Hidroponik!

Mari Menanam Strawberry Hidroponik!

Mari Menanam Strawberry Hidroponik! – Hidroponik adlh tutorial budidaya tanpa media tanah yg tak menyediakan unsur hara dan adlah tahap dari pertanian pada kondisi lingkungan terkendali. Strawberi dipertidak sedikit dengan teknik vegetatif dengan memakai sulur alias stolon. Sulur ialah batang khusus yg timbul dari ketiak daun. Sulur bertaruk sejajar dgn tanah & membentuk tunas anakan pada setiap ruas. Pada setiap kancing tunas anakan timbul akar & bertaruk menjadi tanaman baru. Dari setiap tanaman induk bisa diperoleh 20 pohon tuk dijadikan bibit. Apabila bibit tlah merecup dan pny 4-5 helai daun sehingga dapat dipindahkan ke bedengan dg jarak tanam 15×15 cm. Sebelum dipindahkan bibit wajib diseleksi terlebih dahulu adalah dipilih bibit yang sehat dan kuat. Dua bulan kemudian sulur tersebut siap utk dipindahkan ke kebun (Herlinayanti, 2003).

Stroberi tergolong salah satu tanaman yang mudah dipertidak sedikit dg Metode in vitro. Dari satu pucuk meristem berkapasitas 0,5-0,7 mm dapat dihasilkan 15-20 pucuk perminggu. Dari 15 pucuk yg diperoleh boleh dibagi menjd 7-8 kelompok, masing-masing terdiri dari dua pucuk. Dalam waktu 6-8 minggu kelompok baru bakal kembali membentuk sejumlah pucuk. Kemudian pucuk-pucuk tersebut kembali dipecah dlm beberapa kelompok hingga menghasilkan ribuan tanaman (Gunawan, 1996).

Menurut Gunawan (2008) bagian perlu dalam sebelum meperbuat penanaman dalam greenhouse adlh sterilisasi greenhouse. Sterilisasi diperbuat dgn tujuan utk membersihkan seluruh greenhouse dari mikroorgnisme (telur/larva, virus, bakteri & fungi) yg bs memenyesalkan tanaman. Ada beberapa bahan yang bs difungsikan dalam sterilisasi antara lain; lysol, formalin dan beberapa type pestisida, dgn cara: Formalin 5% disemprotkan ke seluruh tahap greenhouse dgn konsentrasi 5 cc/liter air; Dalam waktu 4-5 hari seusai penyemprotan formalin disusul dengan penyemprotan pestisida (insektisida dan fungisida) dan diulang makanya 2-3 kali Sehari sebelum media tanam ditata, greenhouse disemprot dengan larutan lysol dgn konsentrasi 3-5 cc/ liter air dan Instalasi bak desinfektan kaki mudah-mudahan penyakit tak dpt dibawa ke dlam greenhouse.

Apabila ditanam di dalam pot, media wajib mempunyai sifat poros, mudah merembeskan air & unsur hara rutin terdapat (Anonymous, 2009a). Sedangkan tanaman stroberi yang ditanam dalam ruang tertutup (greenhouse) dpt memakai media rockwool alias arang sekam. Rockwool adlh bujukan gamping, yg dicampur dg serat benang yang diolah pada guru tinggi (600º C). Arang sekam berasal dari kulit padi yg dibakar. Kedua media tanam tersebut dipakai untk penanaman dg Metode hidroponik. Pada biasanya arang sekam lebih umum digunakan petani utk penanaman stroberi bagusa tak mengikat hara. Jadi nutrisi yang diberbagi terhadap tanaman bisa dikontrol serta tak merusak akar saat tanaman dipindahkan (Budiman serta Desi, 2005).

Pada sistem budidaya hidroponik unsur hara esensial yg difungsikan tanaman disediakan dlm bentuk larutan/nutrisi. Larutan hara dibangun dengan tutorial melarutkan garam-garam pupuk dalam air. sebagian garam tipe pupuk dpt digunakan untk larutan hara (Anonymous, 2009b). Salah satu kesusahan didalam penyiapan larutan hara ini yaitu belum diketahuinya dosis unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Pada dosis yg terlalu rendah mempunyai pengaruh larutan hara tak nyata, sedangkan pada dosis yg terlalu tinggi bs mengdampakkan tanaman mengalami plasmolisis, adalah keluarnya cairan sel sebab berminat oleh larutan hara yang lebih pekat (Wijayani, 2000; Marschner, 1986).

Pemupukan & Penyiraman (fertigasi) pada budidaya sistem hidroponik biasanya diperbuat dengan Metode bersamaan. Teknis fertigasi dapat diperbuat dgn manual alias sistem pengairan tetes (Drip irrigation system). Bakal akan tetapi teknis fertigasi paling baik adlah dengan sistem pengairan tetes sebab fertigasi boleh diberbagi dengan system merata, meminimalisir tenaga kerja, menghemat waktu. Ada beberapa bagian yg butuh diperhatikan dlm sistem pengairan tetes yaitu; nilai air (sumber air) wajib nirmala dan leluasa dari penyakit dan material kimia, nilai nutrisi dgn komposisi hara wajib dengan kebutuhan tanaman & punya performa larut 100 %, waktu, volume dan frekuensi fertigasi & tipe media yang dimanfaatkan (Gunawan, 2008).

Terdapat beberapa bagian mutlak dlm menentukan formula nutrisi hidroponik di antaranya adlh : Memakai garam yang mudah larut dalam air; Meminimalisir kandungan sodium, khlorida, amonium dan nitrogen organik unsur unsur yg tak dipakai untuk pertumbuhan tanaman dan Memakai komposisi garam yg tak bersifat antagonis satu dg yg lainnya