Home » Uncategorized » Manfaat dari Daun Torbangun

Bagi masyarakat Batak, nama daun torbangun atau bangun-bangun bukanlah hal yang asing. Nama tumbuhan ini akrab di telinga kaum perempuan lebih-lebih pria Batak gara-gara khasiatnya. Tumbuhan bersama dengan nama ilmiah Coleus amboinicuslour ini banyak digunakan masyarakat Batak sebagai makanan tambahan bagi ibu menyusui. Tanaman ini dipercaya dapat tingkatkan air susu ibu (ASI) sekaligus memperkuat fisik ibu yang baru melahirkan.

Selama bertahun-tahun dan turun temurun, daun ini dikonsumsi oleh masyarakat Batak tanpa ada kajian ilmiah yang mendampinginya. Sementara itu, masyarakat umum lainnya cuma percaya terhadap daun katuk serta obat-obatan lain berasal dari luar negeri untuk tingkatkan memproses ASI.

Namun, di tahun 2001, dunia mulai terperenyak gara-gara hasil penelitian yang ditunaikan oleh Institut Pertanian Bogor. Riset menyatakan bahwa kadar laktogogum terhadap daun torbangun jauh lebih baik dibandingkan bersama dengan obat memproses luar negeri yang banyak bereda. Adalah M Rizal Martua Damanik, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB yang sempat dicecar dunia sementara itu.

Menurut Rizal, penelitiannya soal torbangun dilatarbelakangi oleh keprihatinannya terhadap banyaknya kasus malnutrisi terhadap ibu hamil di Indonesia.

”Sebagai orang keturunan Batak, saya termasuk tertantang untuk menyatakan khasiat torbangun ini. Sebab, selama ini masyarakat Batak cuma mengonsumsinya berdasarkan keyakinan turun-temurun. Kalau torbangun dapat tingkatkan ASI. Namun, secara ilmiah sementara itu belum ada buktinya,” ungkap Rizal.

Torbangun untuk bersihkan rahim sesudah melahirkan

Selain untuk tingkatkan memproses ASI, daun torbangun yang dimasak bening termasuk dipercaya dapat bersihkan rahim. Di alam sendiri, terkandung lebih kurang 200 spesies tanaman coleus. Tanaman ini termasuk type tanaman perdu (semak belukar). Pada masyarakat Sunda, kata Rizal, daun ini disebut ajeran, di Jawa Tengah di sebut daun kucing, dan di masyarakat Melayu disebut dukan.

Daun torbangun berwujud mirip daun babadotan (di kalangan Sunda) bersama dengan bulu-bulu tidak tebal di atas permukaan daun. Daunnya termasuk beraroma wangi khas layaknya halnya daun kemangi yang mengeluarkan wangi khas. Rasa aslinya agak langu dan sedikit pedas mirip daun mint.

“Tidak cuma ada di Batak, torbangun termasuk hampir ada di seluruh lokasi Indonesia dan {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} negara di kawasan tropis baik di Asia, Australia, Afrika, maupun Amerika. Hanya saja, pemanfaatannya berbeda-beda. Hanya orang Batak yang mengonsumsinya untuk peningkatan memproses ASI ,” ucap Rizal.

Di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} negara maju layaknya di Eropa, tanaman ini malah dimanfaatkan untuk tanaman hias. Sementara itu, di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} negara Asia dan Afrika, tanaman coleus banyak dimanfaatkan untuk obyek kesegaran dan pengobatan, antara lain untuk membuat sembuh penyakit asma, batuk, sariawan, tonikum, maupun untuk membuat sembuh racun akibat gigitan ular.

Bersifat laktagogum

Dalam penelitian yang ditunaikan Rizal, ternyata daun torbangun berwujud sebagai laktagogum. Sayur torbangun yang mulai dikonsumsi lebih kurang 150 gram per hari sejak hari pertama melahirkan dan berlangsung selama 30 hari ini terbukti dapat tingkatkan memproses ASI hingga 65% dibandingkan bersama dengan obat-obatan dan herbal mirip lainnya. Di tahun 2011, penelitian ini pun dilirik oleh dunia hingga masuk di dalam jurnal internasional.

”Penelitian mengenai torbangun ini merupakan penelitian pertama yang ditunaikan komprehensif. Baik secara etnobotani dan ilmiah lainnya,” ujar Rizal.

Ketika ditanya mengenai perbandingannya bersama dengan daun katuk, Rizal menyatakan sejauh ini belum ada kajian ilmiah/penelitian mengenai daun katuk.

“Apalagi, masyarakat cuma paham daun katuk katanya dapat melancarkan ASI. Akan tetapi, belum ada bukti ilmiahnya,” kata Rizal. Dalam penelitian yang ditunaikan Rizal, ternyata daun torbangun ini punyai 10 komponen aktif yang dapat tingkatkan memproses ASI dan berwujud sebagai laktagogum.

“Salah satunya memiliki kandungan asam lemak rantai ganda yang terjalin bersama dengan kelenjar air susu supaya dapat menstimulasi memproses ASI,” ujar Rizal.

Meriset langsung ke warga Batak

Selain mengonfirmasi kepada para tetua di Suku Batak mengenai khasiat daun torbangun, Rizal termasuk laksanakan percobaan terhadap lebih kurang 100 wanita menyusui di Batak. Responden dibagi di dalam tiga kelompok. Kelompok pertama, perempuan yang menyusui manfaatkan laktagogum resep dokter, group ke-2 mengkonsumsi torbangun, sedangkan group ketiga, mengkonsumsi laktagogum fenugreek yang biasa digunakan di Eropa dan Amerika.

Ketiga group itu mengkonsumsi laktagogum tiga kali sehari selama 30 hari. Hasilnya, laktagogum berasal dari torbangun membawa dampak volume ASI ibu group dua lebih tinggi berasal dari group lain. Sebagai gambaran, terhadap hari ke-28, volume ASI group pertama 9,7 mililiter (ml), group ke-2 65,2 ml, dan group ketiga 20,3 ml. Pada hari ke-42 maupun hari ke-56, jumlah ASI group ke-2 tetap paling unggul.

Komposisi asam lemak dan kadar gizi mikro terhadap laktagogum berasal dari torbangun pun lebih tinggi dibandingkan bersama dengan laktagogum lain. ASI ibu yang mengkonsumsi torbangun kadar kalsiumnya 1.233 miligram (mg), fosfor 1.049 mg, dan magnesium 505 mg.

Sementara yang mengkonsumsi fenugreek, kalsium ASI-nya 566 mg, fosfor 1.040 mg, dan magnesium 330 mg. ASI ibu yang mengkonsumsi laktogogum resep dokter, kalsiumnya 534 mg, fosfor 1.033 mg, dan magnesium 325 mg.

Torbangun termasuk memiliki kandungan minyak atsiri antara lain fenol, karvakrol, flavonoid, dan glikosida. Kandungan gizi dan senyawa fungsional lain berasal dari tanaman torbangun berfaedah untuk mengurangi nyeri (analgesic), pembersih saluran reproduksi post-partum (uterine cleansing agent), maupun penambah tenaga (tonikum) serta mencegah anemia terhadap ibu yang baru melahirkan. Torbangun, menurut Rizal, termasuk punyai faedah turunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

“Selain itu, bayi yang disusuinya termasuk jarang sakit. Bahkan, khasiat daun torbangun masih mulai hingga 2 bulan lantas bersama dengan memproses ASI yang tetap tinggi. Khasiat torbangun termasuk udah dicoba ke sejumlah hewan layaknya kambing dan tikus. Hasilnya sama, terbukti tingkatkan kelenjar susu yang ada terhadap hewan tersebut,” ucap Rizal.

Artikel Terkait : Torbangun Leaves
Baca Juga : Supplements to increase milk supply