Home » Uncategorized » Kubah Masjid Enamel Cut Meutia yang Memesona

Kubah Masjid Enamel Cut Meutia yang Memesona

Kubah Masjid Enamel Cut Meutia yang Memesona

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,selamat pagi, di pagi yang cerah ini dan keadaan yang sehat walafiat. Oke, di blog ini masih membahas seputar beberapa masjid di wilayah indonesia beserta info mengenai harga kubah masjid enamel. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas masjid peninggalan belanda yang ada di ibukota negara indonesia. Apakah ada yang tahu apa nama masjid itu? Ya, benar sekali yaitu masjid cut meutia yang terletak di jalan cut meutia nomor 1, jakarta pusat DKI jakarta indonesia.

Bangunan masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial belanda. masjid Cut Meutia ini juga memiliki keunikan tersendiri dan kemungkinan tidak terdapat di masjid lainnya. Salah satu keunikannya rumah mihrab dari masjid ini diletakkan di samping kiri dari saf shalat atau tidak ditengah seperti lazimnya. selain itu posisi safnya juga terletak miring terhadap bangunan masjid nya sendiri sehingga bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat.

Sejarah masjid ini dulunya adalah bangunan kantor biro arsitek atau sekaligus pengembang sebelum difungsikan sebagai masjid sebagaimana sekarang.Bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pos,kantor jawatan kereta api belanda dan kantor pt angkatan laut jepang pada tahun 1942-1945. setelah indonesia merdeka rumah ia pernah dipergunakan sebagai kantor urusan perumahan, hingga kantor urusan agama pada tahun 1964 sampai 1970. Dan baru pada zaman pemerintahan gubernur ali sadikin diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi dengan surat keputusan nomor sk 5184 garing 1987 tanggal 18 agustus 1987.

Awalnya masjid ini bernama yayasan masjid al-jihad yang didirikan oleh eksponen seperti Akbar Tanjung dan Fahmi Idris. Pada kurun waktu orde lama, gedung ini juga pernah dijadikan gedung sekretariat MPRS. nama proyek bangunan tersebut sendiri kini masih tersisa dalam ingatan sebagai nama pasar burung di barat stasiun kereta api gondangdia.

Mulanya,Masjid Cut meutia yang menjadi bangunan bertingkat pertama di menteng ini merupakan kantor para arsitek belanda. lantai 2 gedung ini dulu digunakan sebagai kantor oleh jendral van heuis. Setelah penjajah belanda meninggalkan indonesia, gedung tersebut digunakan oleh tentara jepang berkuasa kala itu titik gedung ini beralih fungsi menjadi markas besar angkatan laut jepang pada perang dunia ke-2.

Pada 1961 masjid cut muetia menjadi gedung cagar budaya. bangunan ini kini berada di bawah dinas kebudayaan museum dan sejarah. dengan status ini, fungsi gedung bisa diubah, namun bentuk bangunan tidak boleh dirombak total. hanya boleh direnovasi. perombakan juga terjadi pada tempat imam dan mimbar tujuannya dibuat menjorok ke depan atap yang semula terbuat dari papan diganti genteng glazur. Lantai pun dipasangi marmer. Klik disini untuk menengok harga kubah masjid enamel.

Semula rumah masjid cut meutia tidak mempunyai halaman maupun tempat parkir. namun atas usaha eddie marzuki nalap raya atau yang kala itu menjabat sebagai wakil gubernur dki pada tahun 1984 sampai 1987 lahan milik dinas pertamanan dibagi. sebagian untuk taman kota dan yang lain untuk halaman dan lokasi parkir masjid cut meutia. Masjid cut meutia juga menggelar pengajian secara rutin. bagi umat muslim yang ingin memperdalam ilmu islam, pengajian ini diikuti dari berbagai umur dan bisa ikut pengajian selepas maghrib. selama bulan ramadan, masjid ini akan dibuka selama 24 jam. Dengan dibuka selama itu cuma semakin banyak umat muslim yang datang ke masjid cut meutia untuk beribadah selama ramadhan dan memperdalam pengetahuan islam.